10 Januari 2014

Materi "Menagih Pembayaran" - Perjanjian Jual Beli

















PERJANJIAN JUAL BELI

Perjanjian jual beli adalah kesepakatan antar pihak baik secara lisan/ tertulis yang maknanya masing – masing pihak berjanji untuk mentaati apa yang telah disepakati dalam perjanjian.






Resiko Bagi Penjual :
Resiko Bagi Pembeli :
1.       Pembayaran tidak tepat waktu.
2.       Barang yang telah dibeli rusak karena faktor alam, kelalaian pembeli, kecelakaan ataupun kualitas barang.
1.       Kualitas barang tidak sesuai penawaran.
2.       Pelayanan purna jual dapat diabaikan oleh penjual.

Perjanjian jual beli dilakukan secara tertulis, apabila :
1.       Pembelian berlanggan.
2.       Pembelian kredit.
3.       Pembelian angsuran.
4.       Pembelian indent.
5.       Pembelian dengan penyerahan barang brtahap.
6.       Penjualan rembours.

Perjanjian jual beli dilakukan secara lisan, apabila :
1.       Transaksi secara tunai.
2.       Dalam surat pesanan, pembeli telah mencantumkan secara tertulis syarat pembelian dan ketentuan mengenai barang yang dibeli.
3.       Dalam surat penawaran, penjual telah mencantumkan syarat khusus dan pembeli harus mentaatinya.

Dalam surat perjanjian memuat hal – hal sebagai berikut :
  1. Subjek perjanjian jual beli.
  2. Persyaratan jual beli.
  3. Pemilihan tempat penyelesaian penyelisihan.
  4. Penentuan masa berlaku perjanjian.
  5. Pengesahan (ditandatangani kedua belah pihak diatas kertas segel dan diberi materai agar kuat hukum sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan).
  6. Tanggal dan tempat dilakukan perjanjian.
  7. Saksi (bila perlu).


Yang perlu diperhatikan dalam surat perjanjian jual beli :
  1. Subjek perjanjian.
  2. Objek perjanjian, meliputi
a)      Barang (merk, jumlah, nama barang, dll).
b)      Jasa.
  1. Ketentuan jual beli, meliputi
a)      Harga barang (harga per satuan, diskon, potongan kuantitas, total harga).
b)      Syarat pembayaran : dilakukan dengan tunai/ kredit.
c)       Teknik pembayaran : dengan pembayaran langsung/ melalui pihak ketiga (transfer/ inkaso).
  1. Saksi keterlambatan pembayaran (ketentuan % denda keterlambatan, jaminan yang disepakati, dsb).
  2. Saksi keterlambatan pengiriman (potongan harga atau barang dikembalikan).
  3. Syarat pengiriman yang disepakati :
a)      Frangko gudang penjual
Adalah tanggung jawab pembeli mengenai segala biaya pemindahan barang dari gudang penjual ke gudang pembeli.
b)      Frangko gudang pembeli
c)       FOB shipping point
Adalah tanggung jawab penjual mengenai biaya pemindahan barang dari gudang penjual sampai kapal pelabuhan penjual.
d)      FOB destination
Adalah tanggung jawab penjual mengenai biaya pemindahan barang dari gudang penjual sampai kapal pelabuhan pembeli.
  1. Penutupan asuransi.
  2. Bank garansi
Adalah jaminan yang diberikan bank kepada nasabah apabila dikemudian hari pihak terjamin tidak memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan, maka pihak penjual akan yakin bahwa debiturnya akan dapat melunasi sesuai kesepakatan.

  1. Syarat dan ketentuan khusus (return, garansi, dll).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

blogger templates | Make Money Online